Mitos dan Fakta Kehamilan Usia 7 Bulan yang Wajib Diketahui

Rasa bahagia jelas semakin bertambah saat usia kehamilan memasuki angka 7 bulan atau trimester akhir kehamilan. Karena artinya, tidak lama lagi janin yang selama ini dinanti dalam kandungan akan terlahir ke dunia dan sang Ibu bisa segera menggendongnya. Lalu, apa saja mitos dan fakta kehamilan usia 7 bulan yang wajib diketahui oleh ibu hamil? Di usia kehamilan 7 bulan, organ-organ vital bayi sudah terbentuk sempurna dan dinilai sudah “siap”.  Jika pun akhirnya bayi harus lahir ke dunia di usia kehamilan 7 bulan ini, kemungkinan dia akan bisa bertahan. Bahkan, orang-orang tua di jawa mengatakan, usia kehamilan 7 bulan adalah usia “tua”, sedangkan 8 bulan justru dikatakan “kembali muda”. Maka dari itu, kebanyakan masyarakat melakukan upacara adat dan syukuran saat usia kehamilan 7 bulan.

Dan percaya atau tidak, inilah beberapa mitos dan fakta kehamilan usia 7 bulan yang wajib diketahui ibu hamil:

  • Sebelum 7 bulan “pamali” membeli perlengkapan bayi

Ini adalah MITOS. Orang-orang tua dulu mengatakan tidak boleh membeli perlengkapan bayi sebelum usia kehamilan 7 bulan, “pamali”. Padahal, pernyataan ini tanpa dasar yang rasional. Sebenarnya, ibu boleh saja mempersiapkan kebutuhan bayi sejak awal kehamilan. Jika belum mengetahui jenis kelamin bayi karena belum melakukan pemeriksaan USG, ibu bisa memilih pakaian-pakaian/perlengkapan bayi yang berwarna netral dan model yang klasik agar bisa dilungsurkan untuk adik-adiknya kelak.

  • 7 bulan, harus sering memeriksakan kandungan dan USG 4 Dimensi

Ini FAKTA. Saat ini, ada beberapa tipe pemeriksaan USG. Ada yang 2D, 3D, dan yang terbaru adalah 4D. USG 2D hanya menampilkan dimensi panjang dan lebar. 3D menampilkan panjang dan lebar ditambah dengan ketebalan (depth). Sedangkan 4D mampu menampilkan gambaran janin dengan visualisasi bagian tubuh dengan lebih jelas dan representatif dibandingkan USG 2D dan 3D. Pemeriksaan kandungan yang rutin dan lebih sering juga mampu memantau kondisi bayi saat siap untuk dilahirkan dan memantau kondisi ibu hamil secara umum, juga mencegah terjadinya preeklampsia pada ibu hamil.

  • 7 bulan, Ibu hamil harus rajin ngepel

Ini bisa jadi MITOS, bisa jadi FAKTA. Hal ini tergantung pada bagaimana posisi bayi dalam kandungan. Jika posisi kepala bayi masih di atas (belum berbalik), ibu harus sering melakukan gerakan menungging. Mengepel bisa dijadikan salah satu olahraga dengan posisi bokong yang lebih tinggi dari kepala. Jika ibu merasa capek, bisa juga dibantu dengan gerakan yoga “downward dog”. Gerakan ini bisa membantu posisi kepala bayi segera berbalik dan masuk ke jalan lahir. Dengan mengepel, ibu juga seperti sedang berolahraga. Sehingga tubuh aktif memompa oksigen ke seluruh tubuh dan janin, melatih paru-paru, dan membantu proses persalinan normal. Jadi, mengepel masuk dalam kedua kategori, yaitu mitos dan fakta kehamilan usia 7 bulan.

  • 7 bulan, ibu hamil harus sering minum minyak kelapa atau “klentik” agar persalinan lancar.

Ini MITOS. Minyak kelapa yang licin dinilai dapat membuat jalan lahir menjadi ikut “licin” sehingga melancarkan proses persalinan. Padahal, minyak kelapa yang diminum akan masuk ke saluran pencernaan, bukan jalan lahir. Bahkan, minyak kelapa memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, sehingga sebaiknya dihindari ibu hamil.

  • 7 bulan, ibu hamil dilarang berhubungan karena bisa menyebabkan kelahiran prematur

Ini MITOS. Dalam cairan semen yang dikeluarkan pria, mengandung hormon prostaglandin yang memang dapat menimbulkan kontraksi dan melenturkan leher rahim. Sehingga dinilai bisa membuat persalinan lebih cepat sebelum waktunya. Tetapi ibu tidak perlu khawatir, sebab kontraksi sesungguhnya hanya akan terjadi saat reseptor sudah aktif. Reseptor ialah yang akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa waktu persalinan sudah dekat. Jika ibu khawatir berhubungan saat usia kehamilan 7 bulan, ibu bisa meminta suami untuk mengeluarkan di luar. Jadi, ini juga bisa dikatakan mitos dan fakta kehamilan usia 7 bulan.

  • Pada acara selamatan 7 bulanan, ibu hamil harus mengikuti setiap aturan

Ini MITOS. Tradisi seperti berjalan pada 7 kain yang berbeda, siraman, sungkeman, kelapa untuk mengetahui jenis kelamin bayi, rujak, dan lain sebagainya hanyalah sebuah kearifan lokal yang tidak ada hubungannya dengan proses persalinan. Tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan hal ini. Tapi tidak ada salahnya ibu hamil ikut melestarikan tradisi dengan melakukan upacara adat ini.

Itulah beberapa mitos dan fakta kehamilan usia 7 bulan yang harus diketahui ibu hamil agar tidak salah paham dan berfikir lebih rasional menanggapi segala pernyataan yang berkembang di masyarakat.

 

.

 

Leave a reply "Mitos dan Fakta Kehamilan Usia 7 Bulan yang Wajib Diketahui"